Showing posts with label PERTANIAN. Show all posts
Showing posts with label PERTANIAN. Show all posts

Tuesday, 17 February 2015

KISAH DARI SEORANG TEMAN YANG BERCERITA TENTANG KULIAHNYA

Dosen yang mengampu mata kuliah itu mengisahkan, bahwa beliau di beberapa waktu yang lalu menginterview seorang lulusan pertanian yang melamar di Perusahaan Pupuk. Pertanyaan yang dilontarkan  adalah DARI MANA TUMBUHAN DAPAT UNSUR POSPOR?
Si Sarjana tersebut menjawab DARI PUPUK NPK Pak,,
Pernyataan dosen tersebut mengungkapkan bahwa jawaban itu salah,,

Dan kemudian pertanyaan yang sama dilontarkan ke semua mahasiswany di waktu itu,,
Dan sesuai pernyataan teman saya,, dia sendiri membenarkan jawaban itu karena  kan dalam pupuk NPK ada unsur P juga,,

Namun menurut aku, tumbuhan dapat P ya secara alamiah udah ada siklusnya yakni dari siklus pospor, semua senyawa yang ada dialam pasti melalui siklus, dan sebagian besar bahkan semuanya melibatkan yang namanya tumbuhan tanaman,,
Jadi si HEBAT si PELAKU FOTOSONTESIS ini begitu hebat, Karena TUHAN YANG BEGITU HEBAT INI SANGAT MAHA JENIS BANGETTT DALAM PENCIPTAAN ALAM SEMESTA INI
ini ayat-ayat Tuhan yang Dia tuliskan di alam semesta ini kawan,,
JADI BANGGALAH KALIAN MAHA HEBAT KAN DIA,, SUBHANALLOH


Monday, 16 February 2015

Peduli Pertanian itu Keharusan



Pertanian Indonesia merupakan suatu bidang yang mampu memberikan bekal bagi masa depan negara ini agar roda pangan rakyat dapat terus berputar.  Pertanian juga merupakan bidang yang memberikan andil yang sangat besar bagi pembangunan suatu bangsa. Tanpa ada jasa seorang petani, Indonesia tidak akan mampu melaksanakan pembangunan hingga sekarang ini. Indonesia adalah negeri yang dapat dikatakan gemah ripah loh jinawi.  Kata salah seorang founding father negeri ini yakni Soekarno, beliau mengatakan bahwa sektor pertanian sangat mendukung bangsa ini untuk sukses. Namun kebanyakan sekarang ini seseorang yang bekerja dalam disiplin ilmu pertanian adalah seorang petani yang kurang memiliki pengalaman sehingga tidak terampil. Dan hal tersebutlah yang membuat negara ini masih saja memiliki petani atau pun nelayan miskin. Padahal pengorbamanan menjadi seorang petani atau pun nelayan merupakan suatu  pekerjaan yang sangatlah mulia.
Mahasiswa adalah agen perubahan suatu negara agar negara ini mampu dikemudikan ke arah yang lebih baik. Banyak mahasiswa baru yang selalu merasa bangga dengan almamater yang dikenakan. Di balik kata mahasiswa sebenarnya tersimpan impian yang sangatlah besar dari rakyat Indonesia untuk memajukan pertanian Indonesia. Pertanian indonesia yang lebih realistis dan dapat menghasilkan hasil pertanian yang dapat bersaing dengan komoditas dari luar negeri. Rakyat sangat menaruh perhatiab besar kepada para mahasiswa.
Memberikan edukasi kepada masyarakat tani tentang cara bercocok tanam yang baik dan ramah lingkungan dan tentunya juga mempunyai nilai harga yang relatif tinggi, sebagai contoh menggalakkan pertanian organik di suatu desa. Pertanian organik adalah suatu cara bercocok tanam di mana tanpa menggunakan bahan-bahan anorganik. Sehingga dalam hasil tanam tidak mengandung senyawa-senyawa kimia yang masuk ke dalam tubuh melalui hasil panen tersebut. Pertanian organik di masa depan nanti bisa menjadi komoditas ekspor yang bisa diandalkan, pasalnya semakin maju jamanya akan semakin menyadari bahwa seseorang itu sangat memerlukan makanan organik, guna menunjang kesehatan tubuh. Ketika para petani telah meminimalisir penggunaan pupuk anorganik, dan beralih menggunakan pupuk organik , berarti mereka telah memahami bahwa dari sisi keuntungan yang didapatkan, pupuk organik memberikan keuntugan yang lebih besar.
Menggerakkan para petani untuk mampu bercocok tanam suatu tanaman yang dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi bagi petani, dan hal itu sangat menjadi kebutuhan masyarakat. Semisal dengan menanam cabai, dipilih cabai yang berumur pendek, tanam hama dan menggunakan cara penanaman yang tepat sehingga peluang untuk gagal paen dapat diminimalisir dan bahkan dipastikan tidak akan terjadi.
Mendirikan Koperasi yang khusus melayani kebutuhan para petani. Semacam KUD, di suatu dusun. Dalam hal ini tujuannya adalah murni untuk mempermudah petani dalam pembelian bibit unggul. Misal dengan memberikan pinjaman bibit kepada petani dan nanti ketika panen tiba, hasil panen dapt dijual dan mengembalikan modal ke KUD. KUD ini benar-benar dikelola oleh mahasiswa yang mampu benar-banar mau bekerja kepada orang lain dalam hal ini petani tanpa harus dibayar. Memang mungkin hanyalah sedikit yang mau benar-benar mengabdikan diri kepada masyarakat luas khususnya kepada  petani miskin. Hal, seperti inilah yang seharusnya selalu diingat dan ditanamkan dalam hati setiap mahasiswa pertanian. Bahwa kita memegang amanah besar dari masyarakat untuk memperbaiki kondisi pertanian negeri ini dan bahkan memajukan pertanian Indonesia.
Sebagai generasi muda yang cinta tani, peduli akan nasib pangan negeri ini kobarkan semangat berapi-api. Jangan biarkan negara ini impor padi, jagung atau bahkan kedelai. Jangan biarkan hal ini masih akan terjadi dihari esok ketika kepemimpinan di era kita. Sungguh tidak mampu bertanggungjawab kepada rakyat bila hal ini terjadi. Optimis itu patut kita miliki gunan meyakinkan diri sendiri untuk yakin bahwa kita, Mahasiswa Fakultas Pertanian pasti bisa memperbaiki kondisi pertanian negara ini dan bahkan memanjukannya, sehingga kesejahteraan petani mampu meningkat.

Saturday, 14 February 2015

SEBUAH PROPAGANDA KEILMUAN “LYSENKOISME”



        I.            LATAR BELAKANG
            Dalam setiap bidang keilmuan selalu ditemui yang namanya benturan-benturan. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan lumrah, karena setiap teori-teori yang dikemukakan belum tentu sejalan atau sesuai dengan kenyataan yang ada. Pada hakikatnya suatu teori bisa diterima ketika teori itu telah dilakukan pembuktian sehingga mampu menguatkan teori yang ada. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan hal tersebut menjadi sesuatu hal yang harus dilakukan. Salah satunya dalam perkembangan ilmu genetika dan hereditas, dari tahun 1790 hingga 1960 dari ilmuan genetika yang bernama Lanmark, Darwin, Mendel, Lysenko dan yang lain dalam mengemukakan teori mereka selalu didasarkan atas percobaan-percobaan atau observasi yang menguatkan teori yang mereka kemukakan. Dalam hal ini akan dibahas terkait salah satu teori yang menjadi perhatian dalam perkembangan ilmu genetika dan hereditas yaitu teori Lysenkoisme yang dulunya menjadi propaganda besar dimasa itu.

      II.            TUJUAN
            Mengetahui dan memahami akan perkembangan ilmu genetika dan hereditas khususnya tentang teori Lysenkoisme.

   III.            PEMBAHASAN
Perkembangan Ilmu Genetika dan Hereditas dan Lysenko
          Dalam perkembangan ilmu genetika dan hereditas dalam timeline tersebut menunjukkan bahwa pengaruh akan teori Lysenko terjadi sekitar pada tahun 1920-an hingga 1960-an. Yang pada jenjang waktu tersebut juga ada penelitian akan kromosom yang dilakukan oleh Morgan pada tahun 1933 dan penemuan molekul DNA sekitar tahun 1953. Dalam beberapa sumber dikatakan bahwa teori yang dikemukakan Lysenko sangat mendapatkan dukungan besar dari Stalin’s, yang juga merupakan salah seorang ilmuan yang sangat berpengaruh khususnya dalam perkembangan ilmu genetika tanaman di masa itu.
          Trofim Denisovich Lysenko adalah seorang ahli biologi ternama di Uni Soviet . Lysenko, anak dari Denis dan Oksana Lysenko, dilahirkan dari keluarga seorang petani di Ukraina dan belajar di Institut Pertanian Kiev. Tahun 1927, ia bekerja di laboratorium pemantau pertanian di Azerbaijan. Dia mulai terkenal ketika koran Pravda memuat hasil penelitiannya tentang metode panen tanpa menggunakan bahan mineral seperti pupuk. Dia yakin, bahwa panen bisa diusahakan dengan memakai biji-bijian tanaman pada musim dingin untuk dipakai kembali pada musim berikutnya. Tahun berikutnya, percobaan ini terbukti gagal. Lysenko menolak teori genetika Mendel untuk menghargai Ivan Michurin, seorang hortikulturis-darwinis dan menggabungkannya menjadi sebuah pergerakan politik ilmu pengetahuan yang dikenal dengan ajaran Lysenkoisme.
           Beberapa media Uni Soviet membicarakan percobaan lanjutan Lysenko dalam masalah pertanian. Dari tahun 1927-1964, percobaan teori Lysenko dengan ajaibnya berhasil, dan laporan-laporan tentang kegagalan percobaannya segera ditutupi dengan keberhasilan yang ajaib itu. Selain itu, Lysenko mengagumi dan dibanggakan dengan gambar "Manusia Besar"-yaitu simbolisasi petani jenius Soviet - Lysenko.

Lysenkoisme
          Suatu teori yang menjadi propaganda besar pada masa itu yakni ketika terjadi permasalahan terkait pangan di Uni Soviet. Yang seakan-akan teori ini bisa menjadi solusi akan permasalahan yang ada. Dalam teorinya, Lysenko mengatakan bahwa tetumbuhan dari spesies yang sama menunjukkan ‘solidaritas sosialis’ dan tak akan saling bersaing demi kelestarian jenis masing-masing. Dia bahkan menegaskan bahwa pohon-pohon dari spesies yang sama yang ditanam berdekatan akan secara kolektif baku tolong untuk bertahan hidup. Akibat ajaran Lysenko yang gemilang dalam bahasa dialektika dan perjuangan kelas itu, kehutanan dan pertanian Sovyet menderita kerugian besar. Ilmu biologinya mundur 20 tahun. Kemunduran itu buah ajaran Lysenko yang ditetapkan sebagai doktrin ilmiah resmi di bawah Rezim Stalin. Stainlah yang memberi Lysenko dan pedukung-pendukungnya akses kepada alat-alat teror negara, dan setelah itu mulailah pemecatan bahkan pengadilan yang berujung dengan vonis hukuman mati terhadap seluruh ilmuwan yang tak mendukung Lysenkoisme.
          Pada tahun 1929 Lysenko mengusulkan proses vernalisasi yakni pengolahan benih untuk mempersingkat periode vegetatif agar nantinya tumbuh, berbunga, dan berbuah lebih cepat. Vernalisasi didasarkan pada pandangan Lamarck mengenai pewarisan sifat-sifat yang semula dibentuk oleh paksaan lingkungan. Bila anjing yang ekornya dipotong dikawinkan, kemudian anak-anaknya juga dipotong ekornya lalu dikawinkan, demikian seterusnya, setelah beberapa generasi diperkirakan akan diperoleh keturunan yang berekor pendek. Didorong oleh kebutuhan yang sangat mendesak akan peningkatan produksi dan oleh kesesuaian teori Lamark-Lysenko ini dengan materialisme dialektis, aliran Lysenco ini dimenangkan terhadap teori genetika yang lazim. Namun ternyata tidak juga berhasil meningkatkan produksi pertanian. Kegagalan panen terus berlanjut dengan akibat jatuhnya Khrushchev (1964), dan tak lama kemudian jatuhnya pamor Lycenko. Dewasa ini teori Lysenko tidak lagi diindahkan orang di Rusia, apalagi di negera-negara Barat.